Oleh: Chandra Krisnawan
Berpacu hujan
Rebut tempat pada badan
Jemarinya ini kali kekar
Diketuknya atap rumah hingga gemetar
Dan dalam satu hentak
Udara diretak
Dengan kerjap putih tegas
Ada apa di sana
Hingga hati ini kau iris
Duh, dewa-dewa kayangan
Air kembang
Seberangi tanggul dan jalan
Cari jalan pulang
Antara rumah tergenang
Kaki-kaki kami pun
-pengendara mogok
Lembut dicengkram
Hingga lutut
Dan terus merayap
Beberapa orang naikkan motor
Di teras-teras tinggi
Beberapa lagi paksa
Pintas arus
Jalanan bersalin
Setinggi pinggang
Sempurna serupa sungai
Kami pilih terus
Seperti luap air
Ingin segera pulang
Surabaya, 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar