Segelas kopi di subuh hari sebagai prolog
Hidup hari ini penuh-penuh untukmu
untukmu, untukmu. Dan apa pun selebihnya
As dan roda menaut sajak
sepanjang jalur pegunungan anjasmara
dan kelud
Percik-percik doa melumasi jarak
180 km terlipat pergelangan tangan
Dan ketika tubuhmu terbaring layu
di pangkuan bilah-bilah bambu dan kayu
sepasang roda kembar mengantar kekal tidurmu
Waktu lunas terulir
Kenangan tersimpan di benak dan bibir
Blitar, Juli 2017
* Naskah ini terpilih sebagai kontributor terbaik dalam lomba cipta puisi Festival Literasi Nusantara yang diselenggarakan oleh Univrrsitas PGRI Madiun tahun 2018.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar