Kamis, 03 Mei 2018

BERITA DUKA

Segelas kopi di subuh hari sebagai prolog
Hidup hari ini penuh-penuh untukmu
untukmu, untukmu. Dan apa pun selebihnya

As dan roda menaut sajak
sepanjang jalur pegunungan anjasmara
dan kelud

Percik-percik doa melumasi jarak
180 km terlipat pergelangan tangan

Dan ketika tubuhmu terbaring layu
di pangkuan bilah-bilah bambu dan kayu
sepasang roda kembar mengantar kekal tidurmu

Waktu lunas terulir
Kenangan tersimpan di benak dan bibir
Blitar, Juli 2017


* Naskah ini terpilih sebagai kontributor terbaik dalam lomba cipta puisi Festival Literasi Nusantara yang diselenggarakan oleh Univrrsitas PGRI Madiun tahun 2018.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar